Museum UGM
Museum UGM merupakan bagian
dari salah satu bangunan yang berada di komplek Universitas Gadjah Mada
tepatnya berada di Selatan Graha Saba Pramana. Museum ini terdiri dari beberapa
ulasan tentang sejarah-sejarah para pahlawan pada masa penjajahan dan juga pendiri
dari Museum UGM ini. Karena sejarah
berdirinya Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak terlepas dari peran para tokoh
pejuang kemerdekaan Indonesia.
-
Sejarah Museum
UGM
Realisasi berdirinya museum UGM menjadi
harapan dan cita-cita bersama untuk mewujudkan semangat pengabdian dan dedikasi
UGM untuk bangsa dan masyarakat. Museum UGM menjadi sarana yang efektif dan
efisien untuk mentransformasikan jati diri UGM sebagai universitas perjuangan,
kebangsaan, kebudayaan, dan berdasarkan Pancasila. Pidato Soekarno pada
pembukaan Gedung UGM di Bulaksumur Yogyakarta 19 Desember 1959 mengatakan bahwa
Pantjasila adalah isi daripada Gadjah Mada, isi daripada Universitas ini, dan
saja minta kepada semua mahaguru,pada lektor-lektor supaja Pantjasila,djiwa
pantjasila itu, betul-betul dikobar-kobarkan,dihidup-hidupkan di dalam kalangan
mahasiswa semua. Oleh karena itu, gagasan untuk melahirkan Museum UGM sebagai wahana
pembelajaran nilai-nilai karakter bangsa melalui museum sangat penting
dilakukan. Mengingat keinginan masyarakat untuk melihat dan memahami lebih
dekat tentang UGM. Berdasarkan pemikiran tersebut mendorong UGM untuk dapat
menjawab mengapa UGM perlu mewujudkan Museum UGM sebagai jendela jati diri UGM
yang berkelanjutan.
Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu
universitas nasional yang tertua dan terbesar di Indonesia. Bahkan tidak salah
apabila UGM disebut sebgai salah satu Universitas perintis pendidikan modern di
tanah air. Karena itu, kiprah lembaga pendidikan ini sejak awal berdirinya
hingga mencapai keadaanya yang sekarang merupakan bagian yang penting dalam
perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Banyak pengalaman berharga dapat
dipelajari dari proses tumbuh kembangnya UGM. Namun, berbagai pengalaman yang dialami oleh UGM
tidak banyak diketahui.oleh citivas-akademika UGM sendiri apalagi oleh masyarakat pada umumnya. Karena itu, pengalaman-pengalaman tersebut seakan tidak mempunyai arti kehidupan masyarakat di masa kini. Nilai-nilai penting yang seharusnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita saat ini dan generasi mendatang akan hilang begitu saja, tanpa jejak. Padahal, nilai-nilai itu sesungguhnya merupakan warisan penting yang dapat memperkaya kehidupan, baik di lingkungan akademika maupun di tengah masyarakat luas.
Menyadari akan hal itu, sudah selayaknya kini Universitas Gadjah Mada mulai menghimpun berbagai pengalaman yang berharga agar MUSEUM UGM Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan 28 29 dapat dilestarikan, dipelajari dan diteladani oleh generasi penerus masa kini maupun mendatang. Upaya ini dapat diawali dengan mendirikan Museum Universitas Gadjah Mada yang bertugas menghimpun dang merawat tinggalan-tinggalan bendawi yang mempunyai nilai penting dalam sejarah UGM dan menampilkan kepada civitas akademika serta masyarakat luas sehingga dapat membawa manfaat yang lebih besar. Disadari sepenuhnya, bahwa tujuan utama dari pendirian museum ini bukanya sekedar upaya untuk melestarikan tinggalan bendawinya, tetapi terlebih dari itu adalah upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur UGM. Selain itu , melalui museum ini, diharapkan jati diri UGM dapat dikenal oleh civitas akademika dan masyarakat luas.
Museum Universitas Gadjah Mada mulai dirintis sejak tahun 2000 an dan menjadi embrio pada tanggal 19 Desember 2012. Gagasan pendirian Museum UGM sesungguhnya bukanlah hal baru. Pada tahun 2000 pada era kepemimpinan universitas ini dipegang oleh Prof. Dr. Ichlasul Amal, sudah ada gagasan mendirikan museum tingkat universitas atas usulan dari Prof. Dr. T. Jacob dengan nama 'UGM Natural History Museum', yang diharapkan akan menjadi salah satu tujuan bagi para tamu, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat luas yang berkunjung ke Kampus UGM. Selanjutnya pada tahun 2011-2012, minat terhadap upaya merintis museum UGM berlanjut dengan penelitian oleh Tim Peneliti Pusat Studi Pancasila di bawah payung penelitian Klaster Sosial -Humaniora untuk mendapat gambaran tentang isi Museum UGM yang ketika itu dikonsepkan sebagai “living museum”. Hasil penelitian ini ditindaklanjuti dengan serangkaian upaya untuk penelusuran koleksi dan studi banding ke berbagai museum di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan pengadilan kepada masyarakat (LPPMUGM). Konsep penyelenggaraan Museum UGM ini merupakan kelanjutan dari draf awal penyelenggaraan Museum UGM yang telah disusul oleh Sie Museum PKKH UGM (2010) dengan memasukkan beberapa hasil penelitian selama dua tahun tersebut pada hakekatnya menunjukkan kerangka pikir yang tidak jauh berbeda dengan gagasan awal pendirian Museum UGM. Museum UGM merupakan museum yang menarasikan tentang perjalanan sejarah Universitas Gadjah Mada dari masa ke masa. Museum UGM diharapkan menjadi jendela UGM bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat tentang UGM sebagai Universitas perjuangan , universitas kerakyatan, universitas Pancasila, dan universitas Kebangsaan. Sebagai universitas terbesar dan tertua di Indonesia kiprah dan peran UGM dalam mengukir sejarah bangsa tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjungan bangsa Indonesia melawan penjajahan dan fenomena global pada masa itu. Berdirinya UGM di era revolusi fisik menjadi titik tolak ketangguhan dan kegigihan bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan. UGM menjadi simbol kebangkitan Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Museum Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan 30 31 bangsa Indonesia pasca revolusi dan Agresi Militer Belanda ke-2 yaitu pada tanggal 19 Desember 1 9 4 9 . Museum UGM yang berlokasi di kompleks Kampus UGM, Bulaksumur Blok D-6 dan D-7 i ni member i kan gambar an sejarah perjalanan berdirinya UGM dari masa ke masa , sumbangsih UGM untuk bangsa dan negara, kiprah dan perjuangan tokoh-tokoh UGM, dan tokoh nasional yang telah berjasa bagi berdirinya UGM, serta implementasi Tri Dharma UGM baik oleh dosen maupun mahasiswa pada skala nasional maupun internasional.
Spektrum keilmuan yang dikembangkan di UGM sangat luas, terhimpun dalam 18 fakultas, 1 Sekolah Vokasi dan 1 Sekolah Pascasar j ana, ser t a beberapa fasilitas pendukung yang berupa pusat-pusat, Laboratorium dan Kebun Pendidikan terpadu tentu akan mempunyai karakteristik sejarah dan pengembangan disiplin masing-,masing berbeda. Terkait dengan hal itu, saat ini UGM telah memiliki Museum yang sangat khusus dan di bawah pengelolaan masing-masing fakultas. Diantara museum yang telah berkembang adalah Museum Biologi dibawah Fakultas Biologi, Museum Paleontropologi dibawah Fakultas Keedokteran, Museum Kayu Wanagama dibawah Fakultas Kehutanan, Museum Gumuk Pasir dan Museum Peta dibawah Fakultas Geografi . Spektrum kajian yang luas dari museum-museum tersebut menjadikan sebuah potensi kekuatan yang terhimpun dalam sebuah simpul koordinasi pengembangan dan diseminasi museum dibawah koordinasi Museum UGM. Harapan kedepan, Museum UGM selain mempunyai mandate sebagai museum sejarah juga akan mengkoordinasi teknis non substansial materi bagi museum-museum di lingkungan UGM.
Antusiasme pengunjung Museum UGM di Blok D-6 dan D-7, semakin meningkat, sejak dikunjungi pertama kali pada tanggal 11 Juni 2013 dari HAWAII University sampai tanggal 30 April 2014 telah tercatat kurang lebih sebanyak 2000 pengunjung domestik (Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Umum) dan 70 pengunjung dari luar negeri (Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, Belgia, Lesotho, Uganda, Thailand, Malaysia dan Perancis). Dalam catatan kesan dan pesan yang terdokumentasi di sekretariat Museum UGM Blok D-4, para pengunjung merasa bangga, menarik, kagum, amazing, excellent, terkesan dan merasa bangga UGM memiliki Museum yang menceritakan sejarah secara apik. Beberapa keluarga tokoh-tokoh UGM sudah banyak menghi bahkan artefak dan peni nggal an koleksi penti ng yang mendukung proses sejarah dan perjuangan UGM dari masa ke masa. Saat ini, Museum UGM telah menjadi ikon baru dan media pembelajaran, penelitian, dan memperkuat jati diri generasi dan civitas akademika UGM untuk mengabdi bagi bangsa Indonesia. Museum UGM juga sudah dikenal oleh Asosiasi Permuseuman Indonesia dan Badan Musyawarah Musea (Barahmus) Yogyakarta.
Foto- Foto saat mengunjungi Museum UGM
Untuk
masuk ke Museum UGM ini mahasiswa atau wisatawan tidak dipungut biaya atau
gratis. Asal ada peraturan yang harus di jaga di Museum ini, yaitu :
a. Tidak boleh
merusak semua alat-alat bersejarah yang ada di Museum ini
b. Boleh
berfoto atau mengabadikan moment, tetapi tidak boleh menggunakan flash dari
handphone.
c. Tidak boleh
menyentuh alat-alat bersejerah di Museum ini
d. Tetap selalu
menjaga kebersihan
e. Sopan dan santun kepada orang yang ada di Museum ini termasuk penjaganya.
Alamat: Universitas Gajah Mada, Bulaksumur, Blok D-6 &
D-7, Depok, Kabupaten
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Telepon: (0274) 588688
Hari dan Jam buka Museum:
Museum
UGM buka setiap hari kerja Senin - Jum'at Pukul 08.00-15.00, dan tidak
dipungut biaya. Kita hanya perlu mengisi data kunjungan pada meja frontdesk.
Para pengunjung atau mahasiswa bisa mengunjungi museum ini dengan menggunakan fasilitas yang sudah di sediakan oleh Universitas Gadjah Mada yaitu sebagai contohnya bisa menggunakan sepeda kampus.
Musuem ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa yang ingin mengetahui tentang sejarah dan orang-orang yang bersejarah. Keunikan dari museum ini adalah para pejuang kemerdekaan merupakan pendiri dari Universitas Gadjah Mada dijelaskan dalam museum ini dan dengan harga yang murah yaitu tidak perlu mengeluarkan biaya jika mengunjungi museum ini. Saran saya adalah sebaiknya lebih di perbaiki lagi museum UGM ini agar dapat menarik pengunjung bukan hanya dari mahasiswa saja tetapi dari masyarakat luas. Museum ini agak gelap atau pencahayaan nya lebih diterangka sedikit dahun banyak terlihat sedikit kotor. Sebaiknya lebih diperhatikan lagi kebersihan dan alat-alat bersejarah lebih dibersihan agar tidak terlihat kotor.
Mengunjungi museum ini dapat bermanfaat karena banyak pengetahuan tentang sejarah-sejarah dan bagaimana berdirinya Univerisitas Gadjah Mada di jelaskan di museum ini.
Reference
http://dwiyunitasari25.blogspot.co.id/2016/10/tentang-museum-ugm.html
https://ugm.ac.id/id/berita/7910-museum.ugm.mulai.dikunjungi
http://ugm.ac.id/id/fasilitas/3639-museum.ugm








