Rabu, 12 Oktober 2016



Ada Beberapa Museum yang ada di Yogyakarta, seperti museum Pewayangan Kekayon Yogyakarta dan Museum UGM. Disini saya akan membahas tentang kedua dari museum  tersebut.

     Museum Pewayangan Kekayon
Museum Wayang Kekayon terletak di Jalan. Jogja-Wonosari km 7 No. 277 Banguntapan, Bantul Yogyakarta Indonesia. Museum ini mengoleksi berbagai jenis pewayangan yang ada di Indonesia. Tujuan dari museum wayang kekayon  ini adalah sebagai wisata seni budaya, museum ini juga memiliki fungsi pendidikan, wahana penelitian, dan  rekreasi.
Museum wayang kekayon ini berdiri pada 23 Juli 1990 oleh seorang dokter ahli jiwa setempat bernama Prof. Dr. KRT. Soedjono Prawirohadikusuma. Doketer ini merupakan dokter pemerhati dunia kewayangan bahkan memiliki koleksi wayang pribadi yang cukup knegkap dan inilah yang membuat ia tertarik untuk memajangnya untuk monsumsi umum.
Kerena dilihat dari nama nya saja museum ini merupakan museum yang berisi tentang pewayangan  yang terdiri dari Patung beberapa wayang Seperti Gatotkaca, Anoman, dan beberapa tokoh dalam pewayangan lain nya. Wayang  merupakan kekayaan luhur budaya bangsa Indonesia yang patut kita banggakan. Terbukti atas pengakuan UNESCO atas wayang sebagai warisan pusaka dunia. Di kompleks museum wayang seluas 1,1 ha ini dapat disaksikan ribuan wayang dari berbagai jenis, seperti wayang Purwa, Madya, Gedhog, 100  Kurawa, dan lain-lain yang masih banyak jenis wayang yang menarik.Bukan hanya wayang saja yang ada di museum  ini tetapi kita bisa melihat, ada terdapat aneka topeng, berbagai busana wayang, bahkan patung Wayang wong ukuran sebenarnya, hingga berbagai jenis wayang yang nyaris punah, seperti wayang Madura, Sadat, Golek Thengul, serta berbagi wayang bersejarah yang sudah  ratusan tahun hingga wayang modern seperti wayang  perjuangan/suluh dan wayang republik yang sekarang sering dipentaskan. Selain wayang-wayang ada terdapat gedung pendapa yang sangat luas dan dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan seperti acara pernikahan, pertemuan, latihan  kesenian, dan paekt wisata makan malam sembari menyaksikan pagelaran wayang. Bangunan yang ada di museum ini terdiri dari satu ruang auditorium dengan fasilitas audio visual yang diguakan untuk penjelasan awal bagi pengunjung.
Museum wayang kekayon adalah museum wayang yang mewarisi budaya Indonesia, akan tetapi banyak orang yang tidak mengetahui dan takut dengan adanya wayang. Maka dari itu museum wayang kekayon dibuat agar budaya Indonesia tetap dilestarikan. Bangunan atau museum ini juga sebaiknya lebih diperhatikan lagi karena jika dari luar saja tidak menarik bagaimana wisatawan mau mengunjungi jika tidak dengan tujuan tertentu. Museum ini dapat memberikan ilmu pengetahuan tentang adanya peninggalan pada jaman dahulu seperti adanya wayang ini, hanya saja wayang yang ada di museum ini atau patung yang menyerupai tokoh pewayangan tidak  terurus atau sangat kotor. Sebaiknya ada penjaga atau seseorang yang lebih mengurus dan memperhatikan lagi kondisi dari museum wayang kekayon ini agar wisatawan betah untuk berada di dalam atau di area Museum wayang kekayon Yogyakarta.
Biaya Masuk
Pelajar/umum          : Rp 7.000,-/Orang
Wisatawan  Asing              : Rp 10.000,-/Orang
Biaya membawa kamera    : Rp 10.000,-/
Rombongan              : via konfirmasi ke pengelola museum
Jam Buka Museum
Selasa sampai Minggu pukul 08.00- 15.00 WIB
Hari Senin : TUTUP
Kontak
Alamat Jl.Yogya- Wonosari km 7, no 277 Bantul Yogyakarta.
Telp (0274) 2672900, 379058, 0811255151
 Facebook        : Museum Wayang Kekayon Yogyakarta

Ada satu tokoh pewayangan yang akan saya ceritakan yang ada di Museum Wayang Kekayon ini adalah Gatotkaca. Gatotkaca merupakan salah satu wayang yang melegenda. Berikut sedikit ulasan tentang Gatotkaca.

Gatotkaca
Gatotkaca merupakan putra dari Bimasena dari keluarga Pandawa, putri Arimbi yang merupakan putri dari kerjaan Pringgandani, negerinya bangsa Raksasa. Ketika bayi nama dari GtaotKaca adalah Jabnag Tetuka. Semenjak lahir sampai ia berumur satu tahun tali pusar yang ada pada Gatotokaca susah untuk dilepas oleh senjata apapun membuat Arjuna memohon kepada dewa untuk membantu keponakan nya tersebut. Pada saat bersamaan Arjuna dan Karna memiliki wajah yang kembar. Karna bertapa untuk  mencari pustaka, sehingga Batara Narada memberikan senjata Kontawijaya kepada Karna, bukan Arjuna. Hal itu membuat Arjuna mengejar Karna untuk merebut senjata itu dari Karna yang membuat pertarungan terjadi. Akan tetapi Karna berhasil lolo dengan senjata Konta sedangkan Arjuna hanya berhasil merebut sarung dari pustaka tersebut. Sarung yangterbuat dari kayu mustaba yang bisa digunakan untuk  memotong tali pusar. Sarung tersebut musnah ke dalam perut Tetuka saat digunakan untuk memotong tali pusar. Kresna berpendapat kayu mustaba itu akan menambah kekuatan dari Tetuka dan membuatnya tewas ditangan pemilik senjata Konta.
Tetuka kemudian diasuh oleh Narada di kahyangan yang sedang digempur Patih Sekipu dari kerajaan Trabelasuket. Tetuka dihadapkan menjadi lawan Sekipu. Semakin dihajar justru gatotkaca semakin kuat. Karena malu, Sekipu mengembalikan Tetuka ke Narada untuk dibesarkan. Narada menjeburkan Tetuka ke kawah Cnadradimuka, Gunung Jamurdipa. Tetuka kemudia tumbuh sebagai lekaki dewasa yang semua pustaka dewa menyatu di dalam tubuhnya. Tetuka membunuh Sekipu dengan gigitan taring yang membuat kresna memotong taring Tetuka dan meminta untuk tidak menggunakan sifat Raksasa.


Batara Guru menghadiahkan Kontang Antrakusuma, Caping Basunanda dan Terompah Padakacama untuk Tetuka. Sejak saat itu namanya berubah menjadi GatotKaca  yang mampu terbang menuju Trabelasuket membunuh Kapapracona.
Gatotkaca sempat menikahi Pregiwa dan menjadi raja Kerajaan Pringgandani  sebelum gugur pada perang Baratayuda. Jasad Gatotkaca mampu menghancurkan kereta Karna dan menjadikan Prajurit Korawan yang ada di sekitarnya tewa terkena percahan kereta Karna tersebut.Foto-foto saat Mengunjungi Museum Wayang Kekayon Yogyakarta.

Foto-Foto saat mengunjungi Museum Wayang Kekayon

                                                                                                                                                                                                                                                             



           

Museum UGM
Museum UGM mulai dikunjungi oleh masyarakat. Salah satunya kunjungan dari SMPN 5 Bandung pada hari Sabtu (15/6). Dalam kesempatan itu sekitar 25 pelajar SMPN 5 Bandung didampingi oleh 5 orang guru mengunjungi Museum UGM untuk melihat bagaimana sejarah UGM lahir. Rombongan para pelajar tersebut didampingi langsung oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Prof. Dr. Suratman, M.Sc.
Artayani, salah satu guru pendamping pelajar SMPN 5 Bandung mengaku mendapat informasi jika UGM mempunyai museum dari salah satu surat kabar di Bandung. Ia menilai keberadaan Museum UGM cukup menarik sehingga pelajar atau pengunjung mendapatkan pengetahuan historis tentang UGM.
“Museum UGM cukup bagus dan menarik untuk dikunjungi,”kata Artayani, Sabtu (15/6).
Sementara itu Kemal, pelajar SMPN 5 kelas 7  juga menilai keberadaan Museum UGM ini cukup menarik. Mereka bisa mendapatkan pelajaran dan pengalaman tentang bagaimana awal mula sejarah UGM berdiri sampai sekarang. Kemal berharap agar museum UGM nantinya akan semakin banyak koleksinya.
‘Semoga bisa terus bertambah koleksinya,”harap Kemal.
Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UGM, Prof. Dr. Suratman, M.Sc mengatakan bahwa museum UGM ini nantinya menjadi jendela UGM untuk memperlihatkan kepada masyarakat tentang kiprah dan peran UGM bagi bangsa dan masyarakat. Museum UGM juga menjadi harapan dan cita-cita bersama untuk mewujudkan semangat pengabdian dan dedikasi UGM untuk bangsa dan masyarakat.
“Museum UGM sekaligus menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk mentransformasikan jati diri UGM sebagai universitas perjuangan, kebangsaan, kebudayaan, dan berdasarkan Pancasila,”kata Suratman.
Museum UGM yang menempati lokasi di rumah dinas Bulaksumur D6 dan D7 ini rencananya akan dilaunching pada saat Dies Natalis UGM ke-64, 19 Desember 2013 mendatang. Belum lama ini adik Presiden Barack Obama, Maya Soetoro juga sempat berkunjung sekaligus memberikan apresiasi yang cukup tinggi atas dibangunnya Museum UGM (Humas UGM/Satria AN).
 Menurut saya museum ini sangat menarik tetapi harus lebih dikembangkan lagi agar banyak wisatawan yang berkunjung ke museum ini. Dan yang lebih menguntungkan dari museum ini adalah karena masuknya gratis sehingga dapat bermanfaat bagi pengunjung yang ingin mengetahui tentang ilmu sosial.

Foto-foto saat mengunjungi Museum UGM






Reference
https://ugm.ac.id/id/berita/7910-museum.ugm.mulai.dikunjungi 
https://gudeg.net/direktori/590/museum-wayang-kekayon.html
http://sobatjogja.com/wisata-sejarah-dari-museum-wayang-kekayon-yogyakarta/ 
http://museumjogja.org/id/content/28-museum-wayang-kekayon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar